catatan kuliah filsafat ilmu

 

FILSAFAT ILMU — Catatan Kuliah Prof. Ahmad Tafsir

24 Sept 2011 → 26 Nov 2011 (ringkasan terstruktur)


1. Jenis-jenis Pengetahuan (peta singkat)

Tiga ranah pengetahuan utama dan relasinya terhadap epistemologi, ontologi, aksiologi:

  • Sains — epistemologi empiris; ontologi dunia nyata; aksiologi: manfaat/praktik.

  • Filsafat — epistemologi rasional/argumentatif; ontologi konsep; aksiologi nilai/kebijaksanaan.

  • Mistik / Agama — epistemologi wahyu / pengalaman batin; ontologi transenden; aksiologi: makna spiritual dan moral.

Intinya: agama, filsafat, dan sains masing-masing memiliki cara dan tujuan pengetahuan yang berbeda namun bisa saling melengkapi.


2. Epistemologi dulu, aksiologi kemudian

  • Kuliah menekankan: sebelum menilai nilai (aksiologi) suatu praktik (mis. debus, khurafat), perlu klarifikasi epistemologi — dari mana klaim itu berasal dan bagaimana dibuktikan.

  • Contoh: tradisi pembacaan Dalāʾil al-Khayrāt dan praktik-praktik mistik perlu dianalisis sumber dan landasannya sebelum dilabeli.


3. Logika, rasional & suprarational

  • Logis terbagi dua:

    • Logis rasional: sesuai hukum alam, dapat diuji akal/empiris.

    • Logis suprarational: di luar jangkauan akal biasa (mis. pengalaman mistik, mukjizat).

  • Perlu pembedaan ketika menilai klaim keagamaan vs klaim ilmiah.


4. Ikhlas, tazkiyat al-nafs, dan “illal mukhlisin”

  • Konsep ikhlas: ketenangan menerima pujian dan celaan—salah satu tema penting tasawuf.

  • “Illal mukhlisin” (hanya orang-orang yang ikhlas yang memiliki kapasitas batin tertentu) — dikaitkan dengan pengalaman spiritual dan otoritas moral.

  • Proses penyucian jiwa (tazkiyat an-nafs) seringkali membutuhkan bimbingan mursyid.


5. Kebenaran: a priori / a posteriori / koherensi / korespondensi / pragmatis

  • Bentuk-bentuk kebenaran yang dibahas:

    1. A priori — kebenaran yang tidak bergantung bukti empiris (mis. konsep logis, matematika).

    2. A posteriori — kebenaran yang perlu pembuktian empiris.

    3. Koherensik (internal konsistensi teori).

    4. Koresponden (kesesuaian pernyataan dengan fakta/realitas).

    5. Pragmatisme (benar jika berguna/berhasil).

  • Catatan historis: persengketaan ilmiah/filsafat klasik — contoh perdebatan Ibn Sīnā vs. al-Ghāzālī soal status beberapa gagasan.


6. Mengapa Tuhan diperlukan dalam rasionalitas

  • Argumen kuliah: ada fenomena duniawi yang sukar dijelaskan sepenuhnya tanpa asumsi ketuhanan — sehingga klaim “ketidak-perluan Tuhan” dipandang tidak memadai secara rasional oleh Prof. Tafsir (catatan pengajar).


7. Metodologi berpikir kritis

  • Sifat kritis bukan sekadar menolak; meliputi: curiga terkontrol, klarifikasi konsep, analisis sebab-akibat.

  • Dua alat utama berpikir kritis:

    1. Penguasaan bahasa (kemampuan merumuskan dan membandingkan argumen).

    2. Penguasaan teori-teori ilmiah (landasan konseptual).

  • Proses analisis: kategorisasi → contoh → perbandingan → sebab-akibat.


8. Teori: definisi dan fungsi

  • Teori = pernyataan beralasan yang menghasilkan respons; fungsi utama: membaca dan menjelaskan fenomena.

  • Jenis teori menurut ranah:

    • Teori sains: logis + empiris (hubungan antar variabel).

    • Teori filsafat: argumentatif/rasional.

    • Teori agama: berdalil pada teks/otoritas wahyu.

  • Prinsip: hipotesis idealnya berdasar teori.


9. Tata urutan belajar (rekomendasi pengajar)

  • Rekomendasi urutan studi: Pengantar filsafat → Filsafat ilmu → Filsafat ilmu pendidikan → Ilmu pendidikan.
    (Supaya landasan filsafat dan epistemologis kuat sebelum praktik pendidikan.)


10. Sekularisme & sejarahnya (catatan ringkas)

  • Sekularisme Barat: upaya memisahkan ranah agama dari ranah sains dan filsafat; memulai sejak transformasi-perubahan historis (peran gereja, Renaisans, Revolusi Modern).

  • Di Barat: agama bisa dipertahankan secara privat, sementara sains/filsafat menjadi ranah debat rasional.


11. Mukasyafah, antena pengetahuan, dan iman

  • Antena tiga: indera (senses), akal (reason), kalbu/hati (intuisi/spiritual).

    • Kuliah menekankan bahwa antena kalbu perlu dilatih (riyāḍah) karena sering “pendek” → iman menjadi rapuh.

  • Mukasyafah = pengalaman pengungkapan batin; bisa muncul tanpa diminta setelah jiwa dibersihkan (istighfār, dzikir).


12. Pengembangan ilmu / fungsi filsafat ilmu

  • Filsafat ilmu berperan memberi argumen logis untuk pengembangan ilmu (epistemologi).

  • Pengembangan teori dapat berupa: memperluas teori, merevisi, menemukan teori baru, atau menggantikan teori lama.

  • World-class research university = universitas berbasis riset; riset dan dukungan pendanaan penting untuk teori baru.


13. Kategori masalah manusia (aspek dasar filsafat)

  • Tiga masalah pokok:

    1. Benar — Salah → logika, sains rasional.

    2. Baik — Buruk → etika, akhlak.

    3. Indah — Tidak Indah → estetika/seni.


14. Isu pedagogis & praktik dakwah

  • Dalam berdakwah: penting keyakinan (kebenaran a priori) — ketidakpastian pendakwah menular ke pendengar.

  • Pendidikan karakter: “satu teladan lebih efektif daripada seribu kata” (prinsip pengajaran moral).

  • Metode ilmiah efektif pada ranah sains; filsafat dan tasawuf punya metode lain (rasional, reflektif, transformasional).


15. Beberapa poin praktis & catatan tambahan kuliah

  • Emosi dapat menghentikan proses kritis → perlu latihan rasional.

  • Bahasa adalah indikator kebudayaan ilmiah—orang terpelajar tampak dari bahasanya.

  • Benci (dendam) adalah penyakit jiwa; solusi psikologis-spiritual: memaafkan, zikir, tazkiyah.

  • Amalan spiritual (shadaqah, shalat khusyu) dilihat sebagai latihan iman yang menyeimbangkan “datang dan pergi” materi.


16. Topik tugas / referensi & saran penulisan

  • Topik tugas yang disarankan (dari kuliah): sekularisme; teori kebenaran; berpikir kritis; cara membaca; pengembangan ilmu; mukasyafah; logika Tuhan; anomali teori.

  • Ciri tulisan ilmiah: referensi memadai, analisis mendalam, metodologi jelas, bahasa ringkas, ketelitian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU KALAM (THEOLOGY)

CATATAN KULIAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN ISLAM

PEMAHAMAN KEAGAMAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DKI JAKARTA