Catatan Kuliah : Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia

 

Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia

Catatan Kuliah – 19 Juni 2011
Narasumber: Prof. Dr. Didin Saefuddin, MA & Dr. Rohadi Abdul Fatah


1. Ulama dan Perannya di Indonesia

  • Pengertian ulama: orang yang memiliki ilmu agama mendalam, berakhlak, dan berperan membimbing umat.

  • Karakteristik ulama: keilmuan, keteladanan akhlak, peran sosial, dan kepemimpinan spiritual.

  • Profil ulama Indonesia: berkembang dalam berbagai latar budaya dan daerah.

  • Pengkaderan ulama: melalui pesantren, madrasah, organisasi keagamaan, dan pendidikan modern.

  • Tipologi ulama:

    • Ulama tradisional → fokus pada pesantren dan kitab kuning.

    • Ulama intelektual → lahir dari perguruan tinggi, aktif dalam wacana akademik.

  • Peran ulama: membina umat dalam akidah, ibadah, pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.


2. Jaringan Ulama Haramayn dan Ulama Nusantara

  • Kedatangan ulama Haramayn (Makkah & Madinah) ke Nusantara membawa tradisi keilmuan.

  • Interaksi: terjadi melalui haji, talaqqi, dan pengiriman santri ke Timur Tengah.

  • Ulama Indonesia mukim di Haramayn: ada yang menetap, belajar, dan mengajar di sana.

  • Perubahan yang dibawa: memperbarui corak keilmuan Islam di Nusantara.

  • Karakteristik ulama Haramayn: mendalam dalam fiqh, tafsir, hadits, serta kuat dalam tasawuf dan dakwah.


3. Karya Kitab Para Ulama Indonesia

Kategori karya utama ulama Nusantara:

  1. Fiqh

  2. Tafsir

  3. Tauhid

  4. Tasawuf

  5. Ilmu Alat (nahwu, sharaf, dll.)

  6. Mantiq (logika)

Tokoh-tokoh: Jamaluddin, Mas‘ud, dan lain-lain.


4. Wacana Pemikiran Tasawuf dan Syariat

  • Wilayah utama: Sumatera dan Jawa Barat.

  • Latar belakang: kebutuhan spiritual masyarakat dan pengaruh pemikiran Timur Tengah.

  • Corak tasawuf: ada yang bercorak falsafi dan ada yang syar‘i.

  • Tokoh-tokoh:

    • Syamsuddin as-Sumatrani

    • Hamzah Fansuri

    • Abdurrauf as-Singkili

    • Nuruddin ar-Raniri


5. Pendidikan Model Pesantren

  • Sejarah: pesantren tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Nusantara.

  • Karakteristik: berbasis kitab kuning, kepemimpinan kiai, dan tradisi hidup bersama.

  • Tipologi pesantren: tradisional, modern, kombinasi.

  • Kurikulum: fiqh, tauhid, tafsir, bahasa Arab, serta ilmu umum (pada pesantren modern).

  • Metode pembelajaran: sorogan, bandongan, halaqah.

  • Kepemimpinan: berpusat pada karisma kiai.

  • Ideologi pesantren: menanamkan akhlak, kebersamaan, dan kaderisasi ulama.

  • Modernisasi: memasukkan sistem sekolah umum, madrasah, dan universitas.


6. Tafsir Al-Qur’an di Indonesia

  • Bahasa: ditulis dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.

  • Profil penulis: para ulama pesantren dan intelektual Muslim modern.

  • Corak tafsir:

    • Tahlili (analisis ayat per ayat).

    • Maudhū‘i (tematik).

  • Tanggapan: tafsir karya ulama Indonesia memperkaya khazanah keilmuan Islam lokal.

Contoh Kitab Tafsir yang dipelajari di Indonesia:

  1. Anwār at-Tanzīl wa Asrār at-Ta’wīl – Abdullah bin Umar al-Baydhawi (w. 1286 M).

  2. Lubāb at-Ta’wīl fī Ma‘ānī at-Tanzīl – Alauddin Ali.


7. Pendidikan Islam oleh Ormas Islam

  • Muhammadiyah: modernisasi pendidikan, integrasi ilmu agama dan umum.

  • Nahdlatul Ulama (NU): pesantren sebagai basis, mengembangkan madrasah dan sekolah umum.

  • Persis (Persatuan Islam): menekankan purifikasi ajaran.

  • Al-Irsyad: fokus pada tajdid (pembaruan).

  • PUI (Persatuan Umat Islam): pendidikan Islam berbasis masyarakat.


8. Wacana Pemikiran Islam di Masa Orde Baru

  • Lahir intelektual Muslim dari kampus.

  • Suasana baru pemikiran Islam: lebih akademis dan terbuka.

  • Tantangan: sekularisme, modernisasi, pluralisme.

  • Respon: kritik dan tanggapan dari para intelektual Muslim.

  • ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia): wadah bagi intelektual Muslim untuk berperan di ruang publik.


9. Transformasi Intelektual Melalui Penerbitan Buku

  • Penerbit pertama: membuka jalan dakwah melalui literasi.

  • Booming buku Islam: sejak awal 1980-an.

  • Trend tema: fiqh, tasawuf, pemikiran Islam kontemporer.

  • Dampak: mempercepat dakwah Islam, memperluas akses pengetahuan ke masyarakat.


10. Fenomena Baru Pendidikan dan Training Islam

  • Sekolah Islam terpadu.

  • Boarding school.

  • Sekolah alam.

  • ESQ Training.

  • Program pelatihan spiritual modern lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU KALAM (THEOLOGY)

CATATAN KULIAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN ISLAM

PEMAHAMAN KEAGAMAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DKI JAKARTA