CATATAN KULIAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN ISLAM

 


Dr. Adian Husaini
Catatan Kuliah – 8 Januari 2011, 22 Januari 2012, 19 Februari 2012


1. Prinsip dan Urgensi Pendidikan Islam

  1. Mengapa pendidikan penting?

    • Pendidikan adalah asas kebangkitan peradaban.

    • Pendidikan merupakan problem utama umat Islam.

    • Pendidikan adalah tanggung jawab utama orang tua.

  2. Ciri peradaban yang bangkit:

    • Haus ilmu.

    • Haus pengorbanan.
      → Dua hal ini adalah karakter para sahabat di Madinah.

  3. Penyakit yang melemahkan peradaban:

    • Cinta dunia (ḥubbud-dunyā).

    • Perpecahan antarmazhab.

    • Hilangnya kebanggaan dan hubungan dengan sejarah.

    Muhammad Asad menulis:
    “No civilization can prosper or even exist after having lost this pride and the connection with its own past.”


2. Tujuan Pendidikan Islam

  1. Tujuan utama: mencetak insan adabi atau good man (manusia beradab).

    • Good mangood citizen.

    • Islam tidak sekadar mencetak warga negara baik, tapi manusia berakhlak mulia.

  2. Naquib al-Attas:

    • The aim of education in Islam is to produce a good man.

    • Adab = pengakuan terhadap realitas dan keteraturan hierarkis ciptaan.

    • Belajar sejarah itu fardhu ‘ain karena Al-Qur’an banyak menyingkap sejarah.

  3. Adab dalam Islam:

    • “Addabani Rabbī fa aḥsana ta’dībī” – Allah mendidikku, maka adabku menjadi baik.

    • Adab itu tauhid; syirik adalah biadab.

    • Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim (KH. Hasyim Asy‘ari) penting untuk rujukan pendidikan.


3. Sifat Pendidikan Islam

  1. Kulliyyah (Universal): tidak parsial.

  2. Tauhidik: tidak dikotomis antara objektif-subjektif, dunia-akhirat, lahir-batin, sains-agama.

  3. Sepanjang hayat: mencakup pendidikan formal, informal, dan non-formal.


4. Pendidikan sebagai Jalan Peradaban

  • Peradaban Islam bukan hanya kekuasaan, tetapi ilmu yang tinggi.

  • Pembangunan peradaban harus melahirkan manusia unggul.

  • Taqiuddin an-Nabhani (Hizbut Tahrir): Khilafah tidak akan berdiri tanpa kurikulum pendidikan yang baik.

  • Setiap kontribusi kecil (misalnya mengajar Al-Qur’an) adalah bagian dari membangun peradaban.


5. Islam sebagai Agama Wasathiyah

  • Islam menolak sikap ghuluw (ekstrem).

  • Contoh: ada sahabat yang ingin tidak menikah dan hanya beribadah, lalu dilarang Nabi ﷺ.

  • Islam tidak menuhankan kecantikan seperti di Barat, tapi menekankan kriteria dīn (agama) dalam pernikahan.

  • Al-Mā’idah ayat 54: Islam harus memiliki ‘izzah (harga diri) di hadapan orang kafir.


6. Insan Adabi (Rumusan Prof. Wan Mohd Nor)

Seorang muslim terdidik sejati adalah:

  1. Menyadari tanggung jawabnya kepada Allah.

  2. Menegakkan keadilan terhadap diri dan orang lain.

  3. Menjadi insan adabi – manusia beradab.


7. Proses Pendidikan dalam Islam (Imam Syafi‘i)

  1. Kecerdasan.

  2. Haus ilmu.

  3. Kesabaran.

  4. Pengorbanan harta.

  5. Bimbingan guru.

  6. Waktu yang lama.

  7. Menjauhi maksiat.

Kisah Imam Syafi‘i: beliau kehilangan hafalan karena tidak sengaja melihat aurat.


8. Problem Pendidikan dan Tantangan Kontemporer

  • Ilmu saat ini lebih banyak mengajarkan keserakahan, bukan kebahagiaan.

  • Ilmu agama pun sering gagal melahirkan keyakinan.

  • Pendidikan di Indonesia menghadapi krisis akhlak.

  • Sistem demokrasi sering menyamakan orang berilmu dengan orang bodoh (tanpa hierarki keilmuan).


9. Pesantren dan Pergeseran Kitab Kuning

  • Survei Balitbang Kemenag pada 999 pesantren:

    • 565 salafiyah, 304 kombinasi, 130 ashriyyah.

    • Terjadi penurunan kuantitas dan kualitas kitab kuning.

  • Santri kini lebih suka hal instan (terpengaruh internet).

  • Metode tradisional sorogan dan bandongan mulai diganti dengan metode praktis seperti Amtsilati (6 bulan bisa baca kitab kuning).

  • Metode Amtsilati berpotensi diterapkan pada bidang lain seperti Matematika atau IPA.


10. Penugasan Kuliah

  1. 8 Januari 2011: cari lembaga pendidikan unik, dipotret, beri rekomendasi.

  2. 22 Januari 2012: tulis artikel singkat tentang pendidikan Islam (1–2 paragraf).

  3. 19 Februari 2012: tulis artikel 3 halaman (kajian lapangan, bukan literatur).

    • Contoh fokus: Manajemen bebas biaya di Khodijah Islamic School.

    • Atau kajian metode Amtsilati di pesantren.


11. Catatan Tambahan

  • Islam harus memimpin peradaban dunia, tidak boleh tertinggal dari non-muslim.

  • Sejarah sahabat dan tabi‘in: mudah tersentuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

  • Orang muslim idealnya seperti lebah: mengambil yang baik, menghasilkan yang bermanfaat.

  • Sa‘ādah (kebahagiaan) di dunia berimplikasi pada sa‘ādah di akhirat.

  • Rumah Dr. Adian: TK Islam Al-Taqwa, Komplek Cimanggis Timah, Kelapa Dua (Depan Brimob).


📌 Kesimpulan Utama:
Pendidikan Islam bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi mencetak insan adabi yang beradab, berakhlak, dan bertauhid. Pendidikan adalah kunci kebangkitan peradaban, dengan syarat harus berlandaskan adab, tauhid, dan keilmuan yang haus pada ilmu dan pengorbanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU KALAM (THEOLOGY)

PEMAHAMAN KEAGAMAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DKI JAKARTA