CATATAN KULIAH Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Islam
Prof. DR. Nanang Fattah, M.Pd
1. Konsep Dasar Mutu
-
Mutu sangat tergantung pada pemimpin (leader).
-
Definisi mutu:
-
Kemampuan memenuhi standar.
-
Kecepatan (speed).
-
Daya saing (competitiveness).
-
Ketangguhan (tidak cengeng).
-
Akurat dan berbasis standar.
-
Mutu bukan sekadar angka, melainkan kualitas yang tercermin dari karakter, akhlak, dan amal shalih. Amal shalih seharusnya lahir dari ilmu.
2. Permasalahan Mutu Pendidikan di Indonesia
-
Dana pendidikan meningkat, tetapi prestasi siswa tidak selalu naik (dilihat dari Ujian Nasional).
-
80% dana APBN pendidikan habis untuk gaji guru.
-
90% madrasah masih bergantung pada biaya masyarakat.
-
Kebijakan pendidikan sering berubah-ubah sesuai menteri, tidak berbasis kebutuhan nyata.
-
Masalah mendasar: pendidikan karakter dan akhlak belum terbangun.
-
Fenomena sosial: guru bisa masuk penjara, polisi masuk sekolah, orang tua membacok guru jika anak tidak lulus → mencerminkan krisis nilai.
3. Manajemen Mutu dalam Pendidikan
-
Manajemen by system vs. Manajemen by people.
-
Standar proses adalah kunci mutu sekolah, bukan semata kurikulum.
-
Guru berperan utama, dengan empat kompetensi:
-
Penguasaan materi.
-
Penguasaan metodologi (strategi pembelajaran).
-
Evaluasi yang tepat.
-
Mengatasi kesulitan belajar siswa.
-
Kepala sekolah = manajer. Guru = fasilitator dan penggerak proses belajar.
4. Pendidikan, Biaya, dan Kualitas
-
Hubungan biaya–mutu harus jelas: pendidikan adalah investasi, bukan konsumsi.
-
Evaluasi berbeda dengan ujian:
-
Ujian = tugas guru.
-
Evaluasi = bisa oleh sekolah atau pemerintah.
-
-
Tanpa pengawasan, dana pendidikan hanya terhambur.
-
Dunia pendidikan sering tertinggal dari industri karena tidak ada evaluasi lulusan.
5. Pendidikan Islam & Karakter
-
Pendidikan berbasis tauhid sejak zaman sahabat.
-
Tujuan: membentuk akhlakul karimah melalui moral, spiritual, dan ilmu.
-
Rasulullah SAW menekankan tijarah (wirausaha) → pendidikan harus membekali skill.
-
Nabi juga mencontohkan sifat: ṣiddīq, amānah, tablīgh, faṭānah → kecerdasan ada di urutan terakhir, yang utama kejujuran.
-
Pendidikan karakter seharusnya menghasilkan amal shalih, bukan hanya pengetahuan moral.
6. Core Values dalam TQM Pendidikan
-
Mutu: komitmen kualitas, niat, dan istiqomah (Continuous Quality Improvement).
-
Integritas: kejujuran, keadilan, objektivitas.
-
Inovasi: kebijakan dan proses kreatif yang menjadi katalis.
-
Pelayanan prima: cepat, tanggap, berkualitas.
-
Kemitraan & kerjasama strategis.
-
Learning organization: organisasi belajar dengan budaya reflektif, kerja tim, dan kepemimpinan bersama.
7. Strategi Meningkatkan Mutu
-
Niat dan konsep yang benar → landasan mutu.
-
Strategi pembelajaran: 80% aktif oleh peserta, bukan dominasi narasumber.
-
Continuous Improvement: deteksi masalah → cari penyebab → pecahkan → tingkatkan terus.
-
Nilai tambah pendidikan:
-
Seperti singkong di pasar (murah) bisa jadi makanan mahal di mall → perbedaan ada pada mutu.
-
Pendidikan harus memberi added value pada siswa, misalnya: hafal Qur’an sekaligus bisa bahasa Inggris, komputer, wirausaha.
-
8. Kepemimpinan dan Mutu
-
Mutu tergantung leader → hati-hati memilih pemimpin.
-
Kepemimpinan kepala sekolah harus meliputi:
-
Semangat, keyakinan, energi.
-
Strategi dan nilai.
-
Kemampuan kerjasama dan komunikasi.
-
Fokus pada kinerja, bukan sekadar jumlah (kuantitas).
-
9. Tata Kelola Pendidikan Tinggi
-
Prinsip good governance perguruan tinggi:
-
Good leader (manajerial skill).
-
Pembiayaan yang baik.
-
Kontrol (pengawasan mutu).
-
Reputasi (global dan internasional).
-
-
Perguruan tinggi eksis karena negara, dan sebaliknya aset PT penting bagi bangsa.
-
Mutu pendidikan tinggi = kebijakan pemerintah + dukungan masyarakat.
10. Mutu dalam Perspektif Islam
-
Mutu = kemampuan memenuhi harapan customer sekaligus standar Allah SWT.
-
Mutu absolut ada pada agama.
-
Kompetisi dalam mutu diilhami dari Al-Qur’an: “Fastabiqul khairat” (berlomba-lomba dalam kebaikan).
-
“Ku anfusakum wa ahlikum nara” → tanggung jawab keluarga.
-
“Afala ta‘qilun” (mengapa kalian tidak berpikir?) → dorongan Qur’an untuk belajar dan berfikir kritis.
11. Penutup: Esensi Mutu
-
Mutu dimulai dari niat (nawaitu) dan konsep.
-
Harus ada strategi dan proses yang benar, bukan instan.
-
Mutu menghasilkan kesejahteraan duniawi dan ukhrawi.
-
Pendidikan harus menghasilkan manusia:
-
Berilmu.
-
Berkarakter (moral-spiritual).
-
Memiliki skill hidup.
-
Komentar
Posting Komentar